Tradisi Dalam Berhaji
Menunaikan ibadah
haji diwajibkan bagi yang mampu melakukannya. Mampu dalam hal biaya
perjalanan, kemananan dalam perjalanan, kemungkinan melakukan
perjalanan, kesehatan dan kesejahteraan orang yang wajib dinafkahi
ketika ditinggal menunaikannya. Berhaji adalah rukun Islam yang ke-5
yang diwajibkan hanya satu kali dalam hidup. Kewajiban berhaji
berdasarkan al-Quran, hadits dan ijma’ (konsensus) para ulama.
Kewajibannya telah diketahui umum secara pasti (ma’lum minaddin
biddlarurah), sehingga mengingkari kewajibannya menyebabkan kekufuran.
Ada banyak
tradisi dalam proses pelaksanaan ibadah haji terutama di kalangan
muslimin Indonesia, sehingga terkadang tradisi tersebut dianggap bukan
bagian dari berhaji, bahkan dianggap bagian dari ajaran agama ini.
Tradisi-tradisi itu diantaranya adalah berikut ini.
1. Sowan kepada Ulama sebelum berangkat
Kegiatan ini
adalah bagian dari usaha menambah ilmu sebagai bekal pengetahuan tentang
ibadah haji, juga sebagai upaya mendapatkan doa dari para ulama.
Diceritakan dari Anas:
جَاءَ
رَجُلٌ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: يَا
رَسُولَ اللهِ ، إِنِّي أُرِيدُ سَفَرًا فَزَوِّدْنِي. قَالَ: «زَوَّدَكَ
اللهُ التَّقْوَى»، قَالَ: زِدْنِي، قَالَ: «وَغَفَرَ ذَنْبَكَ» قَالَ:
زِدْنِي بِأَبِي أَنْتَ وَأُمِّي، قَالَ: «وَيَسَّرَ لَكَ الخَيْرَ
حَيْثُمَا كُنْتَ» (رواه الترمذي)
Seorang lelaki
sowan kepada Rasulullah SAW, lalu berkata: “Wahai Rasulullah! Aku mau
bepergian. Berilah aku bekal!”. Rasulullah bersabda: “Semoga Allah
memberimu bekal taqwa!”. “Tambah lagi!”. “Semoga Allah mengapuni
dosamu”. “Tambahi lagi, demi ayahku dan ibuku!” Rasulullah bersabda:
“Semoga Allah memudahkan kebaikan untukmu di manapun kamu berada”. (HR.
At-Tirmidzi [3444], hadits hasan dan shahih).
2. Selamatan sebelum berangkat
Sebelum berangkat
calon jamaah haji biasanya mengundang kerabat dan tetangga untuk acara
selamatan lalu menjamu mereka dengan makanan dan minuman. Sesuai dengan
namanya, hal ini dapat memberikan kemudahan kepada calon jamaah haji,
terutama selama dalam melakukan ibadah haji, dan menghindarkan dirinya
dari bala’ dan musibah. Banyak hadits yang menjelaskan bahwa shadaqah
dapat menolak bala’ dan malaperaka, diantaranya adalah:
بَاكِرُوا بِالصَّدَقَةِ، فَإِنَّ الْبَلَاءَ لَا يَتَخَطَّى الصَّدَقَةَ (رواه البيهقي)
“Segeralah bersadaqah, karena bala’ tidak dapat melangkahi shadaqah”. (HR. Al-Baihaqi [3082])
Sayyid Murtadla
Az-Zabidy dalam syarah Ihya mengatakan bahwa disunatkan bagi yang akan
berhaji untuk bersadaqah, meskipun sedikit, sebelum ia keluar untuk
berhaji, karena shadaqah menjadi sebab tertolaknya bala’”. (Ithaf
as-Sadah al-Muttaqin 3/324)
3. Berziarah kepada Calon Haji
Para ulama
menjelaskan bahwa orang yang belum kesampaian melakukan ibadah haji
dianjurkan untuk meminta kepada orang yang akan berangkat haji, agar
selalu didoakan selama di tanah suci (Lihat Lathaiful Ma’aif; 421).
Diceritakan dari Umar:
أَنَّهُ
اسْتَأْذَنَ النَّبِيَّ صلى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي العُمْرَةِ
فَقَالَ: «أَيْ أُخَيَّ أَشْرِكْنَا فِي دُعَائِكَ وَلَا تَنْسَنَا » رواه
احمد وأبو دود والترمذي وابن ماجه
Umar meminta
izin kepada Nabi SAW umtuk melakukan umrah, kemudian Rasulullah SAW
bersabda: “Wahai Saudaraku! Sertakan kami dalam doamu dan jangan lupakan
kami!”.
4. Minta doa dan berpamitan
Sebelum berangkat
calon jamaah haji biasanya berdiri di depan rumah dikelilingi keluarga
kerabat dan para tetangga, berpamitan dan meminta doa kepada orang yang
hadir. An-Nawawi menyatakan bahwa seorang yang akan berangkat haji
hendaknya melakukan hal itu, karena Allah akan menjadikan kebaikan dalam
doa-doa mereka. (lihat Al-Idlah: 62)
Diceritakan dari Abu Hurairah ra, ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda:
إِذَا أَرَادَ أَحَدُكُمْ سَفَرًا فَلْيُسَلِّمْ عَلَى إِخْوَانِهِ، فَإِنَّهُمْ يَزِيدُونَهُ بِدُعَائِهِمْ إِلَى دُعَائِهِ خَيْرًا
“Apabila salah
seorang di antara kamu akan bepergian, maka hendaknya mengucapkan salam
kepada saudara-saudaranya, karena mereka akan menambah kebaikan
kepadanya dengan doa mereka kepada doanya”. (HR. At-Thabrani[Mu’jam
al-Ausath 2842])
5. Selamatan Pulang Haji
Sepulang dari
tanah suci, jamaah haji bisanya menggelar selamatan lagi dan makan
bersama. Bahkan orang yang berziarah kepadanya juga ia beri makan.
عَنْ
جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا: أَنَّ رَسُولَ
اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَمَّا قَدِمَ المَدِينَةَ،
نَحَرَ جَزُورًا أَوْ بَقَرَةً
“Diceritakan
dari Jabir bin Abdillah radliyallahu ‘anhuma, seseungguhnya Rasululla
SAW ketika datang ke Madonah menyembelih unta atau sapi”. (HR.
Al-Bukhari, [3089])
Hadits ini
menunjukkan bahwa memberi makan kepada orang-orang yang berziarah kepada
jamaah haji yang baru datang adalah sesuatu yang disyariatkan. (lihat
Irsyad as-Sari, 7/188)
6. Berziarah kepada Jamaah Haji yang baru datang
Tradisi ini sudah berlangsung sejak generasi salaf. Imam As-Sya’bi berkata:
السنة إذا قدم رجل من سفر أن يأتيه إخوانه فسلموا عليه
“Termasuk ajaran sunnah, bila seseorang datang dari bepergian jauh, maka saudara-saudaranya datang memberikan salam kepadanya”.
Dalam ziarah itu,
biasanya masyarakat bersalaman erat dengan jamaah haji dan berangkulan.
Tradisi ini juga sudah berlangsung pada jaman shahabat. Dari Anas ra,
diceritakan bahwa:
كَانَ
أَصْحَابُ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا تَلَاقَوْا
تَصَافَحُوا، وَإِذَا قَدِمُوا مِنْ سَفَرٍ تَعَانَقُوا
“Para sahabat
nabi ketika saling bertemu saling bersalaman. Dan bila datang dari
perjalanan jauh, maka mereka saling berangkulan”. (HR. At-Thabrani,
[Mu’jam al-Ausath No. 97])
7. Doa dan Bingkisan Untuk Peziarah
Sebelum pulang, para peziarah minta didoakan oleh jamaah haji yang baru datang. Hal ini berdasarkan hadits:
عَنْ
أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ: «اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْحَاجِّ، وَلِمَنِ اسْتَغْفَرَ لَهُ
الْحَاجُّ»
Dari Abu
Hurairah, Rasulullah SAW bersabda: Ya Allah ampunilah orang yang
menunaikan ibadah haji dan orang yang dimintakan ampun olehnya”. (HR.
At-Thabrani [Mu’jam al-Ausath: 8594], Al-Baihaqi [Syu’ab al-Iman; 3817],
Al-Hakim [Al-Mustadrak: 1612])
Dari
Abu Musa Al-asy’ari beliau mengatakan : Orang yang haji itu dapat
memberi syafaat (kemanfaatan doa dan pahala) pada 400 orang dari
keluarganya. (HR. Abdur razzaq dalam kitab Musnadnya). Sedangkan dalam
riwayat Almundziri disebutkan : Barang siapa datang dari berhaji karena
Allah ta’ala maka ia akan diampuni oleh Allah, dan dapat memberi syafaat
kepada orang yang didoakannya) .
Saat pulang, para
peziarah diberi bingkisan yang dibelinya diperjalanan. Hal ini
berdasarkan hadits yang diriwayatkan Aisyah bahwa Rasulullah SAW
bersabda: “Apabila salah satu dari kalian datang dari perjalanan, maka
hendaknya ia memberikan hadiah kepada keluarganya. Carilah hadiah yang
menarik meskipun hanya sebuah batu”. (HR. Ad-Daruquthni).
Wallahu A’lam.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar